"Tapi Adi, kenapa elo bisa Galau?"
Pertanyaaan yang bagus.
Inti namah gue curhat di artikel ini. Gue suka pada seseorang yang menurut gue dia itu sangat Perfect. Sampai (mungkin) saat ini gue jomblo pun alasannya karena ingin mendapatkannya. Gue suka sama semua yang ada di dalam dirinya, berawal dari rasa kagum dan berujung menjadi rasa suka. Gue sering cerita perihal hal ini ke temen - temen gue anak 11 Garut yang selalu nongkrong di rumah gue, dan salah satu diantara mereka yaitu sahabat gue si (Abu) Aldi berkata,"Geus weh tembak si eta!!"
Tapi itu malah membuat gue takut.
Gue curhat ke pacarnya si Yudha, Silmi lewat sms,
"Kakak takut buat nembak dia"
"Takut kenapa Kak?", bales dia.
"Dia itu terlalu sempurna buat Kakak", lanjut gue.
Dia bales dengan panjang," Orang yang jatuh hati itu selalu berpandangan bahwa pasangannya itu selalu sempurna daripada dirinya, padahal sebenarnya yang membuat dia jauh lebih sempurna adalah Kakak sendiri. Menurutku yang sempurna pantas bersama orang yang menyempurnakannya dan sebenarnya sempurna itu saling melengkapi. Ngerti gak Kak?", tanpa gue sadari gue ngangguk dengan sendirinya.
"Ada saatnya kakak mengungkapkan perasaan. Adanya rasa takut itu karena belum adanya jawaban yang pasti dari dia yang dapat meyakinkan pikiran dan hati kakak", Baru pertama kali gue dinasehati oleh orang yang umurnya sama ama adek gue --'
Sebenarnya ada alasan kenapa gue gak nembak dia.Gue sebenernya suka sama dia sejak lama. Tapi gue gak mau nembak dia karena gue takut persahabatan antara gua dan dia Hancur seandainya dia nolak gue ataupun saat putus.
Lanjut kerasa Galau tadi, kenyataannya dia itu deket (atau emang suka) ke orang lain. Dan itu bisa buat Aing CEMBURU + MARAH = GALAU. Seketika gue mulai sadar bahwa gue itu Goblok banget. Hati pemberontak gue mulai bicara," Cemburuan ke orang yg bukan pacar sendiri adalah orang 'GOBLOK'. Dan elo salah satunya !". Terbayang dalam Imajinasi gue di caci maki oleh bayangan diri sendiri di cermin. Andai kata gue itu berani mengambil resiko, pasti dari dulu gue udah tembak dia. Dan untungnya gue itu Goblok. Gue malah dingin - dingin ajah. Cuek bebek. Gak masalah bagi gue. Harusnya kalo gue punya otak, gue udah nyatain ke dia kalo gue suka sama dia pada hari ini juga.
Akhirul kata, hanya Allah SWT yang dapat menolong gue dari semua ini.....