Whats Up, semua ! Ketemu lagi dengan gue, orang yang ingin sekali terkenal, warga negara yang baik, orang yang yang wajahnya Unyu sekali dan Gaul Berat, yaitu Abas singkatan nama gue dari 'Adi Basari'. Oia, ada tambahan lagi, gue adalah 'Fakir Asmara', yaitu kaum yang tertindas dengan Cinta dan berimbas jadi Jomblo. Tragis.
Udah lama gue kagak nulis di blog 'laknat' ini. Galau... Rindu... Kangen... Mencret... Ya kayak gue ngangenin Kucing dan temen-temen gue di Garut. Selama ini gue sibuk PKL dan itu semua buat gue gak ada waktu buat nulis. Gak nanya ya? Ya udah *nangis di jamban sambil shampoan*. Gue disini mau share tentang apa yang gue alami di sebuah tempat bernama Cicalengka. Tempat dimana Keluaraga Besar gue tinggal, tempat dimana nyokap sama Alm. bokap lahir dan menghabiskan masa Lajang-nya serta tempat dimana nyokap dan Alm. bokap bertemu dan saling mencintai. Ciee. ehem-ehem.
Kembali ke Jamban--- saatnya gue mulai cerita nih. Tapi inget ! tulisan ini gak akan buat kalian LEBIH KAYA... LEBIH CAKEP... daaann LEBIH PINTAR. Karena seperti tulisan gue yang gak waras lainnya, tulisan ini hanya bisa buat kaliaaaaaann '..........' (isi titik ini sesuai penderitaan yang kalian dapat)
Nah selama gue bincang-bincang sama Keluarga Besar gue, dan TERNYATA !!! Apa yang terjadi kawan-kawan? Gak ada. Silahkan lanjut aja bacanya. Jadi, menurut Kakek gue Arsene Wenger (yap, dia mirip banget dengan Arsene Wenger-pelatih-arsenal), bahwa mertuanya adalah Pemain Persib era tahun 50-an dan berposisi sebagai Kiper, namanya Askar. Ini yang buat gue bangga sebagai Bobotoh Persib, ternyata buyut gue itu pemain Persib. Keren.
Selain itu, gue juga pernah terjebak di malam drama yang sangat menyebalkan. Yap, malam yang naas bagi gue. Ini terjadi beberapa hari yang lalu sebelum sahur tiba. Waktu itu gue kagak bisa tidur, pas ketika gue bisa tidur, gue terbangunkan oleh pertengkaran 2 orang tua Ababil atau Janda- Duda yang kasmaran setelah sebelumnya di khianati pasangan masing-masing.
Dalam keheningan terdengar mereka bercakap,
"ku naon atuh ngambek?". Kata Bibi gue yang kali ini bertindak sebagai Janda Ababil.
"teuing ah, aing mah butuh kapercayaan ti maneh", kata pacarnya si Duda Ababil.
bla-bla-bla-bla
"Wadefak, berisik ! apa yang harus gue lakukan Tuhan?", celetuk gue di dalam hati. Saat itu gue punya ide jahat, dengan mengandalkan Hape gue. Gue set aja Alarmnya dan nadanya diganti dengan nada panggilan. Jadi ketika Alarm berbunyi, seperti ada yang nelpon. Nah pada saat itulah gue angkat dan berpura-pura gue nerima telpon.
"Halo, siapa?", gue nelpon dengan pura-pura tentunya.
"Elo gilaaa ya? nelpon jam segini !", lanjut gue.
"Gue mau tidur, Nyet ! Kalo mau nelpon nanti siang aja. BERISIK TAU... BIKIN GANGGU !!!"
Seketika mereka yang bertengkar jadi diem *hening*
Yes, skenario gue berhasil. Pertengkaran mereka selesai, mereka diem. Gak tau tersinggung atau takut dengan suara gue yang kayak Doraemon udah Akil Baligh. Yap, gue berhasil kali ini....HAHAHAHA *tertawa iblis*
Sekian aja kali ini tulisan gue. Nanti gue ceritain bagaimana menyebalkannya PKL gue di tulisan berikutnya.
Bye-bye, salam unyu-unyu
Muhamad Adi Basari / Abas
Warga negara yang baik dan korban PHP