Lama - lama, semakin gue besar atau dewasa masalah akan datang menerpa silih berganti. Gue sendiri sering menyadari itu semua. Ada suatu saat ketika gue mulai berandai - andai pengen kembali ke masa kecil. Tapi kalo di pikir - pikir, ternyata 'masa kecil' gue lebih buruk dari yang sekarang. Pikiran pun beralih untuk memikirkan masa depan. Masalah muncul ketika gue mendadak gak optimis dan gak PeDe lagi untuk berpikir masa depan. Yap, gue lahir di kalangan yang biasa dan di lingkungan biasa. Seorang anak biasa dilingkup oleh teman - teman yang sangat superior bagi gue, karena mereka di dukung oleh sesuatu hal yang lumrah di dunia ini yang memudahkan mereka dalam mewujudkan mimpinya. Dan itu semua membuat gue minder untuk berkompetisi.
Gak lupa, setiap jam 5 sore gue selalu nongkrong di TV buat nonton acara favorit, Spongebob Squarepant. Buat orang lain mungkin ini terlalu bodoh, mereka berpikir di usia sebesar gue masih aja suka sama kartun bodoh ini. Tapi tidak bagi gue.
Kalo dipikir - pikir, kita bisa belajar dari tokoh seekor spons kotak. Motivasi bukan hanya datang dari motivator hebat, tapi bisa juga dari kartun.
Nih gue contohin:
- Spongebob memiliki Tetangga yang sangat membencinya
- Spongebob mempunyai Bos yang tak peduli terhadapnya
- Spongebob tinggal di Kota yang sangat kacau
- Spongebob mempunyai Sahabat Pengangguran Gila
- Spongebob mempunyai peliharaan yang lebih pintar dari dia
Nah, Spongebob aja masih nyantai dan semangat dalam menjalani hidup dengan berbagai masalah yang di hadapi. Terus kenapa gue gak. Nah dari itu lah mengapa gue selalu keliatan Kalem atau kagak keliatan panik, karena gue selalu ingat Spongebob. Bodoh kan gue? lebih bodoh lagi orang yang gak punya alasan buat bersemangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar