Jumat, 21 Agustus 2015

Bintang

Sial, aku sangat terlambat. Tidur tadi nampaknya membuatku sangat pulas sampai kebablasan. Harusnya aku terbangun subuh tadi. Aku berteriak kesal sambil terburu - buru mengganti baju dan ke kamar mandi sejenak. Kulihat jendela sebentar dengan memandangi sekitar memastikan matahari sudah muncul atau belum.
Seandainya aku tidak tertidur akan lebih cepat lagi untuk melihat bintang di langit. Sudah lama sekali aku tak melihat bintang kesukaanku ini di antara hamparan langit luas. Kesukaanku untuk melihat bintang ini sungguh aneh untuk orang lain. Kuhabiskan waktu untuk mengamati dan melihat bintang ini yang terlihat oleh orang lain lebih dari sekedar seperti bintang yang lainnya.
Ku kunci rumahku dengan terburu - buru dan kembali berteriak kesal karena sang surya yang hari ini sangat aku tak berharap kehadirannya terlihat mulai muncul. Aku mulai berlari ke puncak bukit dimana ku bisa melihat bintang ini dengan jelas. Ah sial, mataku mulai rabun untuk melihat sekitar karena kecapean berlari dari bawah ke atas bukit. Beruntung aku selamat sampai di puncak, tapi mataku semakin buram melihat kejauhan, sangat susah mencari letak bintang yang ku suka.
Berusaha kulihat dengan jelas, ah itu dia bintang yang ingin kulihat. Tepukan dipunggung tiba - tiba membuat konsentrasiku buyar, aku segera menoleh dan ternyata dia teman lamaku. Dia masih keliatan cantik sampai sekarang, terlihat dewasa semakin mempesona aura kecantikannya. Dia menanyakan kabarku, sekedar basa - basi yang bagus dan bertanya maksud tujuanku kesini. Dengan wajah cantiknya yang lucu ia menyuruhku pulang karena terlambat untuk sekedar melihat sunset. Dia tak mengerti apa maksudku.
Setelah dia pergi, aku mulai melihat bintang kesukaanku. Beruntung sekali masih nampak, masih dengan sinarnya yang berbeda (menurutku), masih tetap indah setelah sekian lama tak jumpa. Juga masih terlihat cantik bahkan melebihi teman lamaku tadi. Oh Tuhan, andai aku dapat berlama - lama melihatnya atau syukur - syukur bisa mendapatkannya. Aku mungkin manusia paling bahagia untuk sepersekian detik.
Akhirnya bintang itu pun hilang seiring sang surya meluncur ke atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar